Hukum Bagi Orang Yang Tidak Memelihara Fatihah Dalam Sembahyang


  • Orang yang tidak memelihara bacaan Fatihah dalam sembahyang seperti menggugurkan satu huruf, atau menggugurkan satu sabdu atau menukar satu huruf dengan huruf yang lain, atau mengubah baris yang mengubahkan maknanya, maka hukum bacaannya adalah tidak sah.
  • Jika sekiranya perbuatannya itu tidak disenghajakan dan tidak diketahuinya atau tidak mengubah maknanya maka tidak batal sembahyangnya.
  • Tetapi Wajib ia membaca semula bacaan Fatihah tersebut.
  • Jika bacaan Fatihah itu terputus disebabkan ia terbersin atau terbatuk, maka wajiblah ia mengulangi bacaan itu dan meneruskan bacaannya secara berturut-turut.
Rujukan : Haji Mohd. Zain bin Haji Serudin ( Pehin Orang Kaya Ratna Di raja, dato’ Seri Setia ), ( 1979 ) Kitab Zainut Thalib ( Perhiasan Penuntut )Penggal Pertama, Brunei, Syarikat Mega.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s